Posted by: paulusharsono | January 13, 2009

Sebutir kerikil

SEBUTIR KERIKIL

Sebutir kerikil adalah nama yang dipilih untuk menandai sebuah situs milik Paulhars yang adalah diri saya sendiri. Sebutir kerikil yang tidak berarti; sebutir kerikil yang hanya pantas berada di tempat sampah. Dan memang kerikil ini adalah sampah.

Kerikil yang adalah sampah itu dipungut seseorang, dipelihara dan dipajangnya di suatu ruang. Ternyata kerikil ini diminati oleh banyak pengunjung.

Kerikil ini pindah ke tangan orang lain. Oleh si pemilik yang baru, kerikil ini dianggap sebagai barang keramat yang bisa membuat orang lain menjadi susah. Dibuanglah kerikil ini dengan sia-sia.

Tetapi orang lain menanggapi berbeda. Ini bukan kerikil keramat yang membuat susah , tetapi justru sebaiknya . Orang itu memungutnya, merawatnya dan memajang kembali di suatu ruang pamer yang lain.

Sudah waktunya ruang pamer diganti oleh obyek yang lain. Namun si pemilik ruang pamer mengatakan kalau memang masih pantas untuk dipamerkan silahkan memajang lagi.

Dan …. hingga saat ini ……… kerikil itu masih dipajang di ruang pamer ……………

Paulhars.-


Responses

  1. papi.. ayo nulis terus.. bagus loh artikelnya papi. luph u.

  2. thanks for your comment

  3. Kerikil-kerikil dan batu-batu menonjol tempat berpijak untuk mendaki..

  4. Thank you my beautiful daugther, my dearest one, you make me self convidence !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: