Posted by: paulusharsono | January 19, 2009

Paulus Harsono

Paulus Harsono. Manula yang berambut putih, yang telah berusia 68 menjelang 69 tahun ini masih suka belajar. Topik yang diminati adalah matematika. Memang dia adalah seorang matematikawan yang mengajar matematika di Fakultas Teknik Elektro dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana.

Topik yang diajarkan meliputi kalkulus mulai kalkulus dasar sampai kalkulus lanjut; termasuk persamaan diferensial dengan transformasi Laplace nya dan deret Fourier beserta transformasinya. Fungsi-fungsi orthogonal seperti Fungsi Bessel, fungsi Legendre dan fungsi-fungsi istimewa lainnya sering nampak aplikasinya di elektronika dan komunikasi ; demikian pula kalkulus dengan peubah kompleks . Tentu saja itu merupakan bagian dari tugas Paulhars, nama yang dipilihnya dalam blog WordPress ini.

Aljabar linear mulai dasar hingga SVD (Singular Value Decomposition) yang merupakan salah satu cara untuk mengkompres citra dalam pengolahan citra (image processing) juga merupakan bagian dari pengajarannya.

Dalam banyak hal termasuk dalam teknik komunikasi masalah probabilitas menjadi salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pembahasannya. Mata kuliah Probabilitas dan Statistika dengan penekanan pada Probabilitasnya, termasuk kelompok Matematika yang adalah bagiannya pula.

Logika Fuzzy menjadi salah satu altenatif dalam menyelesaikan masalah kontrol. Bagaimanapun juga mahasiswa harus mengerti dasar-dasarnya; akan disisipkan dalam matakuliah mana? Pikir punya pikir, pertimbangan punya pertimbangan dalam tiga tahun terakhir ini topik logika Fuzzy menjadi bagian dari matakuliah Matematika Diskrit. Sepertinya dipaksakan ; nilai kebenaran dalam logika Fuzzy itu kan kontinu dalam interval [0, 1]; kok disisipkan di Matematika Diskrit. Tapi biarlah; kalau dicari alasannya dan dicocok-cocokkan pasti cocok juga.

Apalagi dengan dibukanya program studi Sistem Komputer, Kumputasi Numerik adalah salah satu mata kuliah yang dibebankan padanya pula. Tapi, sssttt,…. jangan bilang – bilang ya Paulhars itu tidak menguasai bahkan mengerti programming. Oleh karena itu dia kebagian kupasan matematika serta bagaimana algoritmanya, sedangkan Pak Handoko yang ahli dalam programming mengajarkan pemrogramannya.

Kasihan deh, Paulhars itu. Sudah sibuk dengan tugas-tugas kampus, isterinya, …. masih manja pula. Kalau isterinya yang adalah psikolog di Rumah Sakit Umum Daerah Salatiga yang dikenal dengan nama ibu Vera itu bepergian selalu minta ditemani. Apalagi kalau sedang memasak di dapur; mending kalau dimintai tolong untuk mencicipi. Dia pasti minta bantuan Paulhars untuk mengupas bawang kek, mencuci sayur yang telah dipotong-potong atau mengambilkan panci atau yang ini atau yang itu. Tapi dia suka melakukannya kok; asal isterinya yang masih cantik itu mau tersenyum. Amit-amit, nyuwun sewu; minuman teh itu lho kalau dibuatkan pembantu atau anak-anak mereka selalu dikatakan tidak enak. Mintanya dibuatkan Paulhars, dan kemudian diminum berdua di teras rumah. Pokoknya mereka harus selalu berdekatan. Kata orang pasangan suami isteri itu semakin tua semakin saling mencinta.

Bersyukurlah keluarga ini karena Tuhan berjanji akan selalu menggendong mereka sampai masa tua mereka.


Responses

  1. Mana lebih lucu; papi atau Johanku sayang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: