Posted by: paulusharsono | February 7, 2009

1962 FIPIA

1962 FIPIA (sebuah catatan)
Pada saat itu bermunculan beberapa universitas baru. Tetapi karena terbatasnya sarana, maka hampir semua universitas baru hanya membuka fakultas sosial, terutama Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi.
Muncullah Surat Keputusan Menteri PTIP (Pendidikan Tinggi & Ilmu Pengetahuan) yang mengharuskan setiap universitas memiliki paling sedikit dua buah fakultas eksakta.
Universitas Kristen Satya Wacana yang semula bernama PTPG Satya Wacana (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru), baru memiliki FKIP (atau IKIP ??), Fakultas Theologi, Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi, sehingga mengharuskan untuk membuka fakultas eksakta.
Dengan koordinator Bapak Haryono Semangun (yang pernah menjadi Ketua Yayasan UKSW), UKSW membuka Fakultas Ilmu Hajat (ejaan lama) dan FIPIA (Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam) dengan dua jurusan, yaitu Ilmu Pasti (Matematika) dan Ilmu Alam (Fisika) . Pengajar Fakultas Ilmu Hajat yang saya ingat antara lain Pak Haryono, Pak Edi , Pak Pracoyo, Pak Nurhadi, bu Parmi sedangkan jurusan Ilmu Pasti antara lain Pak Tunjung, Pak Parno , Pak Harsono; dari Jurusan Ilmu Alam diantaranya Pak Liek Wilardja, Pak Dahlan, Pak Sumartono (maaf kalau namanya tidak lengkap, karena itulah nama yang saya ingat). Jurusan Ilmu Pasti dipimpin oleh Pak Lewis dari Selandia Baru. Pada awalnya (thn 1962) semua dosen dari FIPIA masih Sarjana Muda, sedangkan dari Fakultas Ilmu Hajat semuanya sudah sarjana dan mereka adalah dosen di UGM pada saat itu.
Kami semuanya dosen kedua fakultas eksakta ditambah beberapa dosen Fakultas Ekonomi dan Pendeta Mahasiswa Pak Dibyo berdomisili di Yogyakarta; sehingga semuanya adalah dosen terbang. Pada hari kami harus memberi kuliah, kami berangkat dari Yogya ke Salatiga pagi-pagi pukul 6.00 dan pulang setelah makan siang usai memberi kuliah, kira-kira pukul setengah tiga.
Ruang kuliah kedua fakultas eksakta di gedung C yang pada waktu itu baru ada 3 atau 4 ruang kuliah dengan halaman gedung yang masih bergunduk belum tertata rapi. Gedung yang sudah ada pada waktu itu adalah gedung A, B, C dan D. Perpustakaan (kalau tidak salah) terletak di Jl. Dr. Sumardi yang sekarang kantor Sinode.

Sesuatu yang unik adalah bahwa salah satu mata tes untuk masuk jurusan Ilmu Pasti atau mungkin untuk seluruh fakultas eksakta, adalah membuat catatan kuliah. Ini saya ingat karena pada waktu itu (saya lupa pada tahun akademik berapa) sayalah (Harsono) yang diberi tugas memberi kuliah untuk dicatat dan catatannya dikumpulkan untuk dinilai. Tes diselenggarakan di suatu kelas yang halamannya dihiasi kebun jagung yang lebat yang sangat dekat ruang kelas yang dindingnya terbuat dari bambu. Lokasinya sekarang kira-kira di gedung FISIPOL.

Karena suatu hal maka pada tahun 1968  FIPIA ditutup. Mahasiswa yang masih tertinggal dititipkan di IKIP Sanata Dharma di Yogyakarta. Penutupan fakultas ini dibarengi dengan dibukanya Fakultas Teknik Elektro.

Catatan diatas hanyalah berdasarkan ingatan saya 47 tahun yang lalu. Dan catatan pada alinea terakhir adalah informasi dari bekas mahasiswa FIPIA yang pindah dan lulus di IKIP Sanata Dharma Yogyakarta.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: